Routing Menggunakan Debian

Sebelum masuk ke sesi konfigurasi routernya, saya mau menjelaskan terlebih dahulu mengenai konsep jaringan yang akan kita buat. Coba perhatikan gambar di bawah ini.
Keterangan :
  -A = 192.168.1.1
  -B = 192.168.1.2
  -C = 192.168.31.1
  -D = 192.168.31.5
Perlu saya jelaskan sedikit mengenai konsep yang saya buat di atas. Pada gambar tersebut, Server dengan IP 192.168.1.1, memberikan layanan kepada Router dimana Router tersebut menggunakan OS Debian 5. Pada Router terdapat 2 Ethernet Card. NIC yang pertama (B) berperan untuk menerima layanan dari server. NIC kedua berperan untuk mengeluarkan layanan yang sudah diterima. Jadi fungsi routing di sini yaitu untuk meneruskan (forward) layanan dari server. Pada PC Router ini nanti, dapat kita gunakan untuk mengatur bandwidth yang akan kita keluarkan kepada Client, dan lainnya. Untuk postingan kali ini saya menjelaskan bagaimana caranya meneruskan layanan server agar dapat sampai ke Client.

Langkah pertama, kita harus mengkonfigurasi kedua NIC pada PC Router. Pastikan ethernet A mendapat IP 192.168.1.2 (satu jaringan dengan server). Dan ethernet B mendapat IP 192.168.31.1 (Seperti gambar di atas). Untuk cara setting IP address pada debian silahkan lihat postingan sebelumnya (Setting IP Address).

Selanjutnya kita aktivkan IP forward, caranya masukkan Commant berikut :
#echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Tekan Enter. Lalu masuk juga pada konfigurasi sysctl.conf :
#nano /etc/sysctl.conf

Cari script berikut ;
#net.ipv4.ip_forward=1

Hapus tanda pagar (#) agar script tersebut aktif.

Setelah itu aktifkan POSTROUTING. Langkah ini digunakan untuk membuka gerbang agar layanan server dapat melintasi router. masukkan commant berikut ;
#iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE

Tekan Enter. Sebenarnya konfigurasi sudah selesai, namun kita masih perlu menambah script lagi agar konfigurasi yang sudah kita buat tida hiang ketika PC Router di restart. Karena Konfigurasi ini bersifat sementara. Buka file rc.local ;
#nano /etc/rc.local

Selanjutnya masukkan konfigurasi yang sudah kita lakukan tadi, pada baris paling bawah, ketik ;
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE

Fungsi dari langkah tersebut agar ketika PC Router kita restart, konfigurasi yang sudah kita lakukan akan secara otomatis aktif.

Untuk menguji/melihat apakah konfigurasi yang kita lakukan sudah berhasil atau belum, lakukan langkah berikut ;
#iptables -t nat -L
Chain PREROUTING (policy ACCEPT)
target       prot opt source        destination

Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target       prot opt source        destination
MASQUERADE   all  --  anywhere       anywhere

Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target       prot opt source        destination

Tampilan tersebut akan muncul jika konfigurasi kita sudah berhasil.
Baca Selengkapnya...

Membangun DNS Menggunakan BIND

DNS atau Domain Name System adalah suatu metode untuk mengubah IP Address (numerik) suatu komputer ke dalam suatu nama domain (alphabetic), ataupun sebaliknya. Dengan begitu DNS memudahkan kita dalam mengingat suatu alamat tersebut.

Keterangan :
-IP : 192.168.31.1
-Domain: linux.edu

Instalasi
Untuk instalasi DNS Server kita akan menggunakan packet/software bind (Berkeley Internet Name Domain). Pada Debian dan Ubuntu yang versi baru saat ini, bind sudah sampai pada versi yang ke 9. Cara instalsi pada OS debian, masukkan command berikut.
#apt-get install bind9
Untuk yang menggunakan OS Ubuntu Server, perbedaannya cuma ada pada cara memanggilnya saja. “apt-get install” menjadi “sudo apt-get install”.
Konfigurasi
Untuk DNS kita harus mengkonfigurasi empat file terlebih dahulu. Empat file di antaranya yaitu file named.conf, file forward, file reverse, dan file resolv.conf.
Untuk masuk ke konfigurasi pertama yaitu file named.conf, ketik command
#nano /etc/bind/named.conf
File ini digunakan untuk menentukan zona domain. Yang dimaksud dengan zona domain yaitu mengatur tempat file forward dan reverse. Untuk yang menggunakan debian 6 (Squeeze) jangan terkejut dulu, jika isi dari file named.conf tidak terdapat script konfigurasi zona domain. Untuk Debian 6 script tersebut berada pada file named.conf.default-zones. File tersebut tidak perlu dirubah menjadi named.conf, tetapi langsung edit saja file tersebut. Karena file tersebut sudah di panggil secara otomatis oleh file named.conf. Ubah script berikut
zone “localhost” {
     type master;
     file “/etc/bind/db.local”;
};
zone “127-in-addr.arpa” {
     type master;
     file “/etc/bind/db.127”;
};
Menjadi seperti script di bawah ini.
zone “linux.edu” {
     type master;
     file “/etc/bind/linux.db”;
};

zone “31.168.192-in-addr.arpa” {
     type master;
     file “/etc/bind/192.db”;
};
Konfigurasi file pertama telah selesai.
Selanjutnya kita masuk pada file forward. Untuk membuat file forward kita tidak perlu mengetik script tersebut dari awal, karena kita tinggal menggandakan file “db.local”. Cara untuk menggandakannya masukkan command berikut.
#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/linux.db
Langkah berikutnya edit file “linux.db”. Seperti biasa, untuk masuk ke file linux.db masukkan command berikut.
#nano /etc/bind/linux.db
Ubah script tersebut menjadi seperti di bawah ini.
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA linux.edu. root.server.edu. (
         2 ; Serial
         604800 ; Refresh
 
         86400 ; Retry 
         2419200; Expire 
         604800 ); Negative Cache TTL
;
@ IN NS linux.edu
@ IN A 192.168.31.1
www IN A 192.168.31.1
Setelah itu konfigurasi file reverse. Caranya sama dengan kita mengubah file forward. Salin dulu file “db.127” menjadi “192.db”.
#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/192.db
Jika file reverse sudah tersalin, ubah file “192.db” tersebut menjadi sepeerti di bawah ini.
;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA linux.edu. root.server.edu. (
         2 ; Serial
         604800 ; Refresh
         86400 ; Retry
         2419200; Expire
         604800 ); Negative Cache TTL
;
@ IN NS linux.edu
1 IN PTR linux.edu
Sekarang file terakhir, yaitu file “resolv.conf”. Masukkan command berikut.
#nano /etc/resolv.conf
Lalu buat script berikut.
domain linux.edu
search linux.edu
nameserver 192.168.31.1
Langkah terakhir, restart bind dengan menggunakan command di bawah ini.
#/etc/init.d/bind9 restart
Pengujian
Saatnya kita menguji DNS kita. Caranya masukkan command dengan format “nslookup [ip/domain]” seperti contoh di bawah ini.
#nslookup 192.168.31.1
Server: 192.168.31.1
Address: 192.168.31.1#53
1.31.168.192.in-addr.arpa name = linux.edu.
#nslookup linux.edu
Server: 192.168.31.1
Address: 192.168.31.1#53
Name: linux.edu
Address: 192.168.31.1
Baca Selengkapnya...

DataBase

Database server adalah suatu server yang berfungsi sebagai media penyimpanan data-data ataupun informasi penting. Misalnya kita gunakan untuk web server, database server ini akan menjadi media penyimpanan datanya. Database server ini bisa kita gunakan terpisah dengan web server itu sendiri ataupun jadi satu dengan web server. Untuk aplikasi database server saat ini sudah sangat banyak,misalnya yang paling popular yaitu MySQL, PostgreSQL, dan MsSQL. Tetapi yang akan saya jelaskan kali ini menggunakan MySQL yang sudah terdapat pada CD Operating system debian.

1.Instalasi
Pastikan repository MySQL-nya sudah ada. Jika sudah tersedia, langsung saja buka root terminal agar bisa langsung mengkonfigurasinya sekalian. Setelah itu ketik command :
#apt-get install mysql-server phpmyadmin
Kenapa ada phpmyadmin? Ini digunakan untuk memasukkan data ke dalam database secara GUI. Jadi biar kita tidak terlalu banyak menghafal command dan juga script-script untuk memasukkan data ke dalam database. Pada tahap instalasi kita akan diminta untuk memasukkan password. Perlu saya jelaskan juga bahwa password tersebut digunakan untuk kita login dengan account root nantinya. Setelah itu pilih web server yang kita gunakan. misalnya kita menggunakan apache2, pilih apache2. Lalu pilih OK

2.Konfigurasi
Sebenarnya secara otomatis, ketika selesai menginstall MySQL, database server sudah langsung dapat kita gunakan. Namun jika ingin mengubah konfigurasi, misalnya mengubah Port default MySQL, ataupun mengonfigurasi agar MySQL  server dapat dikunjungi melalui computer lain selain dari localhost. Tinggal edit file berikut;
#nano /etc/mysql/my.conf
Jika sudah selesai jangan lupa restart MySQLnya ;
#nano /etc/init.d/mysql restart

3.Pengujian
Buat pengujian melalui terminal, masukkan saja command berikut ;
#mysql –u root –p
Enter password:*****
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 28
Server version: 5.0.51a-24 (Debian)
Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the buffer.
mysql>
Nah tampilan di atas menandakan kita sudah dapat login. Kita tinggal memasukkan script database (itu kita pelajari lain waktu). Untuk yang belum mengerti script database sama sekali dan tidak tahu cara keluarnya bagaimana, ketik script berikut ;
mysql>exit
Baca Selengkapnya...

Konfigurasi Web Server Part I


apache Sekarang saya akan menjelaskan cara konfigurasi Web Server pada OS Linux. Untuk kali ini saya menggunakan Linux Debian sebagai contohnya. Untuk Linux lainnya mungkin hanya beda sedikit. Langsung saja kita masuk pada langkah-langkah konfigurasinya.

1. Instalasi
Langkah yang pertama yaitu instal terlebih dahulu paket software yang akan digunakan untuk Web Server. Pada kesempatan kali ini saya menggunakan paket software yang sangat populer, yaitu Apache. untuk Linux Debian versi 5 ke atas menggunakan apache versi 2. Untuk menginstalnya, masukkan command di bawah ini :
#apt-get install apache2 php5
Pada command di atas, “apt-get install” berfungsi untuk memerintah OS kita agar menginstal paket yang telah disebutkan. Sedangkan “apache2” dan “php5” adalah paket software yang di butuhkan untuk membangun Web Server.

2. Konfigurasi
Saat proses instalasi sudah selesai, sebenarnya Web Server kita sudah bekerja dan kita tinggal mengubah isi Web kita. Namun jika Anda ingin membuat Web server Anda menjadi lebih optimal, Anda bisa mengubah konfigurasinya. File konfigurasi yang sering diubah yaitu :
  • /etc/apache2/apache2.conf (Untuk konfigurasi sistem dasar apache)
  • /etc/apache2/port.conf (Untuk konfigurasi port yang digunakan)
  • /etc/apache2/http.conf (Untuk konfigurasi http)
  • /etc/apache2/site-available/default (Untuk konfigurasi virtual host dan lainnya)
Nah untuk tutorial konfigurasi di atas, akan saya jelaskan pada posting yang selanjutnya. Di sini saya hanya menunjukkan cara dasarnya saja.
Buat Anda yang masih bingung cara mengubah isi Web server, atau yang sedang belajar untuk UKK(khusus buat siswa SMK), edit saja file "index.html". Caranya masukkan command :
#nano /var/www/index.html
Pada bagian ini Anda harus memahami script html terlebih dahulu.

3. Finishing
Jika semua konfigurasi di rasa sudah cukup, maka jangan lupa restart paket software apachenya. masukkan command :
#/etc/init.d/apache2 restart
Untuk melihat hasilnya, Anda buka web browser lalu pada pengisian alamat web, masukkan “localhost” atau IP Address Anda. Kenapa begitu? Itu karena Kita belum mempunyai DNS untuk memanggil Web Server kita.
Untuk Hasil default (tanpa konfigurasi) akan sama seperti gambar di bawah ini :
apache

Untuk Web Server saya rasa cukup sekian, semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya...

Pengertian Web Server

Web Server Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML
Untuk Packet Software Web Server sendiri ada beberapa macam. Berikut adalah macam-macam Packet Software yang dapat digunakan untuk membangun Web Server :
  • Apache Tomcat
  • Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
  • Lighttpd
  • Sun Java System Web Server
  • Xitami Web Server
  • Zeus Web Server
  • Dan lain sebagainya
Dari bermacam-macam Packet Software di atas, yang paling populer yaitu Apache dan juga IIS.
Untuk cara kerja Web Server, Web server merupakan mesin dimana tempat aplikasi atau software beroperasi dalam mendistribusikan web page ke user, tentu saja sesuai dengan permintaan user. Hubungan antara Web Server dan Browser Internet merupakan gabungan atau jaringan Komputer yang ada di seluruh dunia. Setelah terhubung secara fisik, Protocol TCP/IP yang memungkinkan semua komputer dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Pada saat browser meminta data web page ke server, maka instruksi permintaan data oleh browser tersebut di kemas di dalam TCP yang merupakan protocol transport dan dikirim ke alamat, yang dalam hal ini merupakan protocol berikutnya yaitu Hyper Text Transfer Protocol (HTTP). HTTP ini merupakan protocol yg digunakan dalam World Wide Web (WWW) antar komputer yg terhubung dalam jaringan di dunia ini.
Untuk mengenal protocol ini jelas sangat mudah sekali di mana setiap kali anda mengetik http://… anda telah menggunakannya, dan membawa anda ke dunia internet. Data yang di passing dari browser ke Web server disebut sebagai HTTP request yang meminta web page dan kemudian web server akan mencari data HTML yang ada dan di kemas dalam TCP protocol dan di kirim kembali ke browser. Data yang dikirim dari server ke browser disebut sebagai HTTP response. Jika data yang diminta oleh browser tidak ditemukan oleh si Web server maka akan menimbulkan error yang sering anda lihat di web page yaitu “Error : 404 Page Not Found”. Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional. Artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.
Baca Selengkapnya...

Setting IP Address

IP Address Linux Pada linux ada beberapa macam IP Address. Ada IP Permanent, IP Temporary, dan juga IP Alias. IP Permanent yaitu IP yang akan tersimpan meskipun OS kita restart. Berbeda dengan IP Temporary yang akan berubah jika OS kita restart. Sedangkan IP Alias/Aliasing yaitu mapping singgel MAC Address untuk multiple IP Address. Jadi kita dapat memasang beberapa IP Address dengan menggunakan satu ethetnet saja. Ok.. langsung saja menuju langkah konfigurasinya.

1. IP Permanent
Langkah pertama yang kita lakukan adalah membuka file interfaces dengan menggunakan text editor. Disini saya menggunakan nano sebagai text editor. Masukkan command :
#nano /etc/network/interfaces
Langkah selanjutnya tambahkan script berikut pada baris paling bawah :
#The eth0 network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.31.1
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.31.1
Jika sudah tekan "Ctrl+x" lalu "y" dan terakhir Enter. Itu adalah perintah untuk menyimpan pada text editor nano. Langkah yang terakhir yaitu merestart network kita. Masukkan command :
#/etc/init.d/networking restart
IP Permanen kita sudah jadi. Untuk melihat IP Address, masukkan command :
#ifconfig

2. IP Temporary
Langkah untuk membuat IP Temporary ini sangatlah mudah dan cepat. Kita hanya tinggal memasukkan command :
#ifconfig eth0 192.168.5.1 netmask 255.255.255.0
Lalu Anda tinggal melihat hasilnya dengan command ifconfig tadi.

3. IP Alias
Langkah pertama untuk membuat IP Alias sama dengan IP Permanent. Yaitu buka file interfaces. Lalu tambahkan script berikut pada baris paling bawah :
#The eth0 network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.31.1
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.31.1
#The eth0:0 network interface
auto eth0:0
iface eth0:0 inet static
address 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0
Lalu simpan file dan kluar. Setelah itu jangan lupa restart network kita. masukkan kembali command :
#/etc/init.d/networking restart
IP Alias sudah berhasil kita buat. Jika masih ragu, silahkan periksa IP Anda dengan menggunakan command ifconfig tadi.

NB : -Tulisan yang berwarna biru ganti sesuai keinginan Anda.
      -Untuk setting IP Temporary jangan restart network. Karena itu akan menghapus IP Temporary Anda
Baca Selengkapnya...

Mengenal IP dan Fungsinya

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat dengan istilah IP) adalah deretan angka binery antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan  Internet. Panjang dari angka ini adalah  32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

IP Addres memiliki dua fungsi. Yang pertama, sebagai alat identifikasi host atau antar muka jaringan (Network Interface). Yang kedua, sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi tersebut diibaratkan sebagai "sebuah nama untuk mengetahui siapa dia, sebuah alamat untuk mengetahui di mana dia, dan sebuah rute agar bisa sampai ke alamat tersebut."

Untuk format IP Address, sperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

Jadi IP address ini mempunyai range dari  00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111.

IP Address terdiri dari 5 kelas IP. Ada IP kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Perbedaan pada setiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya.

Kelas Alamat Nilai oktet pertama Bagian untuk Network Identifier Bagian untuk Host Identifier Jumlah jaringan maksimum Jumlah host dalam satu jaringan maksimum
Kelas A 1–126 X X.X.X 126 16,777,214
Kelas B 128–191 X.X X.X 16,384 65,534
Kelas C 192–223 X.X.X X 2,097,152 254
Kelas D 224-239 Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address
Kelas E 240-255 Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen

Untuk IP yang sangat umum digunakan yaitu kelas C. Contoh IP kelas C yaitu : 192.168.1.1

NB : Untuk mempelajari tentang masalah IP lebih dalam lagi, silahkan anda cari di wikipedia.

Sumber : id.wikipedia.org
Baca Selengkapnya...

Hak Akses pada Linux

GNU/Linux merupakan salah satu sistem operasi yang cukup aman. Seorang user dapat memproteksi file-filenya dan dapat menentukan user mana saja yang dapat mengakses, membaca, dan mengubah file tersebut. Saat sebuah file dibuat dan disimpan oleh user, maka secara otomatis kepemilikannya adalah user yang bersangkutan. Terdapat tiga macam hak akses dari sebuah file, yaitu:


  • Read : mengizinkan user lain untuk membaca isi dari file tersebut tetapi user lain tidak dapat melakukan perubahan isi file.
  • Write : mengizinkan kepada user lain untuk dapat membaca dan melakukan perubahan terhadap isi file, termasuk menghapusnya.
  • Execute : mengizinkan user lain dapat menjalankan file (biasanya berupa script atau program).
Pemberian hak akses kepada user dapat dilakukan secara individu oleh pemilik file. Pemberian hak akses kepada user lain seperti di atas masih dapat dilakukan jika jumlah user masih terjangkau. Namun bagaimana halnya jika jumlah user telah mencapai ratusan atau bahkan ribuan dalam sebuah perusahaan. Sungguh bukan sebuah ide yang baik jika harus diberikan hak akses satu per satu kepada user yang jumlahnya ribuan tadi. Masalah tersebut ternyata telah terpikirkan oleh developer GNU/Linux dengan menciptakan manajemen group yang di dalamnya dapat mencakup banyak user.
Selain hak akses yang dimiliki oleh sebuah file, sistem file GNU/linux juga mengenal tiga buah mode akses terhadap direktori atau file. Adapun ketiga mode akses tersebut, yaitu:

  • Owner : hak akses user pemilik direktori atau file.
  • Group : hak akses group tempat user tersebut berada.
  • Other  : hak akses setiap user selain pemilik direktori atau file
Baca Selengkapnya...

Linux Shell

Nah Guy's. Postingan Instalasi udah bereskan..Nah karena nantinya kita akan belajar menjadi seorang Admin Server yang handal (Wow..), yaitu mengatur server menggunakan mode CLI (Command Line Interface), maka kita harus terlebih dahulu memahami command-command yang akan kita gunakan. Pasti di antara kalian ada yang bertanya "Kenapa sich kita harus repot-repot menggunakan CLI, kan mode GUI sudah ada?". Pertanyaan tersebut sebenarnya juga sempat ada di pikiran saya. Tetapi ketika saya mengetahui alasannya, saya langsung tertarik untuk mempelajarinya. Bahkan menurut saya ini wajib dipelajari oleh para calon Admin Server, khususnya Server yang menggunakan Debian.

Nah, alasan kenapa kita harus mempelajari Command-commandnya adalah :

  1. Konfigurasi menggunakan CLI tidak memerlukan spec Comp yang sangat tinggi.
  2. Menggunakan CLI memberikan fleksibilitas terutama saat anda bekerja dengan banyak file.
  3. Untuk tindakan penyelamatan terhadap sebuah data atau recovery terhadap sistem dan pekerjaan maintenance sistem pada single mode dapat anda lakukan lewat shell command.
 Oke,, Sudah mengertikan? Pada intinya, alasan yang paling penting terletak pada point ke 3 hehehe... Kita langsung masuk pada materi. Berikut adalah daftar command yang perlu kita ketahui beserta penjelasannya :



Command Penjelasan
adduser nama_user Menambah pengguna ke sistem
addgroup nama_group Menambah group ke sistem
alias command_baru='command_asli' Menyingkat perintah yang sering anda gunakan
apt-get install nama_packet Mencari dan menginstal packet software
apt-get remove nama_packet Mencari dan menghapus packet software yang sudah terinstal
cat nama_file Menampilkan isi file
cd nama_direktori Pindah direktori
cfdisk Table partisi manipulator untuk linux
chmod mode_akses nama_file/direktori Mengganti hak akses
clear Menghapus layar terminal
cp file_asal file_akhirMenggandakan file
cut files Membagi file menjadi beberapa bagian
date Melihat dan mengganti waktu
df Menampilkan space disk
echo "text" >> nama_file Menambah script pada suatu file
exit Keluar dari shell
find kriteria_file Mencari file sesuai kriteria yang ditentukan
gzip nama_file Compress atau decompressi file
help command Tampilkan bantuan untuk perintah built-in
history Menampilkan command yang pernah digunakan
ifconfig Melihat konfigurasi Networking
ifdown interface Mematikan interface
ifup interface Mengaktifkan interafce
kill program Menghentikan program yang sedang berjalan
ls nama_direktori Menampilkan isi direktori
man Bantuan manual
mkdir nama_direktori Membuat direktori
mv file_awal file_akhir Memindahkan file
netstat Informasi jaringan
nslookup domain/ip Query Internet menyebut server secara interaktif
passwd user konfigurasi password user
pwd Melihat sedang berada di direktori mana
reboot restart sistem
rename file_awal file_akhir Mengubah nama file
rm nama_file Menghapus file
rmdir nama_direktori Menghapus direktori
shutdown Mematikan sistem
sleep Penundaan untuk jangka waktu tertentu
su Pindah ke Super User
tail nama_file Output bagian terakhir file
unalias nama_alias Menghapus alias
useradd nama_user Menambah akun user
halt reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin
users Daftar para pengguna yang sekarang ini login
vi file Salah satu text editor. Untuk editing file
who Melihat user yang login pada komputer kita.


NB : Text yang tercetak miring, diganti sesuai kebutuhan..



Emmh... saya rasa cukup itu saja.. nanti kalau ingin mempelajari lebih dari ini, akan saya buatkan file PDF-nya...  Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya...

Instalasi Debian Lenny

Hi Guy's, selamat datang di dunia Linux. Kali ini saya akan postingkan cara instalasi Debian 5 (Lenny).Pada Debian 5 ini sudah terdapat 2 mode instalasi.. Ada GUI maupun CLI. jadi yg suka install menggunakan mouse jangan kawatir. Tapi pada postingan kali ini, saya menggunakan mode CLI. tenang saja, prinsip dan langkah-langkahnya sama kok dengan GUI. bedanya kalau CLI nggak ada mousenya, hehehe....Oke cukup basa basinya.. Langsung saja ke intinya.

Nah karena Instalasinya begitu panjang, maka saya jadikan file downloadan saja. supaya yang buka situs ini di warnet, bisa membacanya lagi di rumah... (Biar g lama-lama di warnet Bro..).

Silahkan klik link di bawah ini untuk memulai downloadnya..(Gratis koq, cuma biaya warnetnya yang nggak gratis).
Baca Selengkapnya...

About Debian

Distro Linux ini berdiri pada tanggal 16 agustus 1993 yang diciptakan oleh Ian Murdock. Nama Debian ini diambil dari penyatuan dua nama yakni Debra dan Ian Murdock. Debra adalah istri Ian Murdock, sang pembuat distro Linux Debian.

Distro ini sering disebut-sebut sebagai Linux murni karena satu-satunya distro yang sampai saat ini masih menuruti asas free software. Debian memiliki sistem paketnya sendiri (*.deb). Paket-paket yang akan dipaketkan ke dalam distro debian haruslah menuruti Debian Free Software Guidelines.

Selain itu, paket-paket tersebut harus melalui 3 fase penyeleksian paket yakni stabel, testing, dan unstable. Untuk melewati ke tiga fase tersebut, sampai mendapatkan predikat software stable biasanya memakan waktu yang cukup lama. Perlu diketahui bahwa saat ini versi debian baru mencapai versi 6.0 padahal distro ini telah berdiri sebelum distro RedHat ataupun SuSE. Interval waktu dari satu rilis ke rilis berikutnya biasanya memerlukan waktu sekitar empat tahunan. Isu yang banyak dibincangkan orang terhadap distro ini adalah masalah kestabilan, sehingga tidak mengherankan jika distro ini banyak digunakan sebagai dasar pembuatan distro lain.
Baca Selengkapnya...

Free Software dan Open Source ?

Mungkin bagi pecinta Linux tidak asing lagi dengan istilah free software dan open source software. Pada bagian ini saya hanya akan menjelaskan sedikit tentang perbedaan antara free software dan open source software.

Pengertian open source adalah sebuah software dimana kode sumbernya terbuka untuk publik sehingga semua orang dapat melihat, memodifikasi ulang. Sedangkan free software tidak dapat diartikan sebagai freeware (gratis dalam penggunaan produk softwarenya). Free software diartikan sebagai sebuah kebebasan dalam menyalin, mendistribusikan, dan memodifikasi kode sumber tanpa adanya batasan dari siapa pun juga.

Aspek lain dari sebuah aplikasi open source adalah pengembangan dari perangkat lunak tersebut lebih cepat dan lebih murah dalam segi pendanaannya karena lebih banyak orang yang terlibat. Aplikasi open source memberikan beban kerja yang tidak terlampau berat kepada para programmer disebabkan adanya sharing tugas kepada setiap orang dalam jumlah yang banyak. Aplikasi-aplikasi software yang mereka hasilkan juga tidak dapat dipandang sebelah mata, sebab kebanyakan hasil karya mereka benar-benar berkualitas tinggi akibat dukungan orang-orang dengan level kemampuan yang berbeda-beda yang bersatu dalam satu tim pengembang.

Sumber : www.debianindonesia.org
Baca Selengkapnya...

Tokoh yang Berperan Penting Dalam Linux ?

1. Richard Matthew Stallman
Richard Matthew Stallman lahir di Manhattan pada tanggal 16 Maret 1953 dari pasangan Alice Lippman dan Daniel Stallman. Richard Stallman adalah tokoh Central Free Software Foundation,  pendiri Proyek GNU serta pencetus hak lisensi copyleft dan konsep ini diabadikan dengan lisensi General Public License (GPL). Proyek GNU yang diciptakan oleh Richard Stallman meliputi: teks editor Emacs, debugger GDB, kompiler GNU (GCC) yang saat ini telah mendukung 30 macam arsitektur komputer dan 7 macam bahasa pemrograman. Software-software buatannya merupakan bagian terpenting pada proyek GNU secara keseluruhan.
2.  Linus B. Torvalds
Linus Torvalds lahir pada tanggal 28 Desember 1969 di Helsinki-Finland. Tahun 1991 Torvalds tercatat sebagai mahasiswa ilmu komputer di University of Helsinki, Finland. Di tahun yang sama Torvalds membeli sebuah komputer (PC) dengan MS-DOS sebagai sistem operasinya. Namun Linus Torvalds sendiri lebih menyukai menggunakan operation system (OS) UNIX yang digunakan di departemen ilmu komputer tempat ia menuntut ilmu. Linus Torvalds kemudian membuat base OS (Linux - red) varian UNIX untuk digunakan pada komputer miliknya. Setelah linux (Linus’s MINIX) selesai, Linus Torvalds mengirim email ke internet untuk memberikan informasi bahwa telah tersedia sebuah sistem operasi gratis beserta source codenya.

Sumber : www.debianindonesia.org
Baca Selengkapnya...

Linux itu apa ?

Linux adalah suatu kesatuan software yang saling terintegrasi membentuk sebuah sistem operasi yang cukup handal dan stabil.Linux adalah sistem operasi multitasking, dan juga multi user.. Kenapa disebut multitasking? Itu karena Linux dapat mengatur sharing CPU dari tugas-tugas yang sedang dieksekusi. Setiap tugas, mendapatkan sumber daya perangkat keras yang sama. Linux harus dapat memproses setiap tugas dalam waktu yang sangat singkat. Beberapa tugas memiliki prioritas tertinggi, sehingga diperlukan juga prioritas pemakaian sumber daya CPU ke tugas tersebut.

Salah satu keunggulan dari sistem operasi multitasking adalah kemampuan dari sistem operasi tersebut untuk dapat menjalankan tugas-tugas yang berbeda secara bersamaan.

Lalu kenapa disebut multiuser? Jawabannya cukup sederhana, itu karena pengguna dapat menggunakan komputer yang sama pada waktu yang bersamaan dan tetap terjadi proses pemisahan informasi antara pengguna yang ada. Sistem operasi multiuser harus mampu mengakomodasikan koneksi lebih dari satu user ke sistem secara bersamaan juga.

Sumber : www.debianindonesia.org
Baca Selengkapnya...

Follower

free counters

visitor entry